Kamis, 13 Oktober 2011

Jadi Manager, mungkin kah?


Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, semua bisa dilakukan asal kita punya tekad dan niat yg kuat..semua ada cara dan jalannya masing-masing, seperti salah satu contoh cara yang saya punya.
Dua pakar SDM dari SDG Asia, Tengku Sri Indra dan Osman Aman, bahkan menyamakan untuk menjadi manager dalam waktu singkat itu ibarat kita memakan mie instant.
MIE= DIRI KITA.
Analogi itu memang tepat. Zaman sekarang serba cepat. Untuk menjadi manager sekarang ini bukan seperti membuat gado gado atau ketroprak yang harus diulek dan sebagainya yang memerlukan waktu yang lama. Sekarang ini zamannya mi instant. Kita lihat sekarang mi instant. Lihat bagaimana cara membuat mi instant. Ada Mi, ada bumbu ada bungkus dan harus ada air panas. Kita harua aduk mi, bumbu dan air panas itu. Mi itu kita ibaratkan diri kita yang keluar dari Universitas atau politeknik serta tekad How Do I Become? .

BUMBU = PENGETAHUAN+ ATTITUDE.
Sekarang bumbunya. Apa bumbunya? Yaitu pengetahuan yang kita dapt dari Universitas atau keahlian kita serta sikap atau attitude kita. Jadi jika kita melamar atau bekerja di lembaga perbankan maka sikap kita juga harus seperti bankir dan pegawai keuangan, bukan sikap yang mencerminkan anda bekerja di bidang lain. Dan semua itu tergantung dari pilihan kita. Karena seperti bumbu mi instant ada aneka macam bumbu yg bisa kita pilih, seperti bumbu rasa ayam, rasa soto dan sebagainya. Jadi ketika kita pilih perusahaan untuk bekerja, maka kita mesti bersikap dan berlaku sebagai dengan jenis perusahaan tersebut.

AIR PANAS = PERUSAHAAN BONAFID.
Kita sudah punya mi dan juga bumbunya. Bagaimana untuk mengolahnya supaya bisa kita makan ? Kita harus punya air panas. Kalau airnya tidak cukup panas, mi instant itu tidak berkembang dan tidak enak rasanya? Nah, berkaitan dengan tekad kita menjadi manager dalam waktu singkat atau instant manager, maka Air panas itu kita ibaratkan perusahaan atau organisasi. Pilih “hot company” yakni perusahaan yang benar benar menerapkan managerial skills. Perusahaan yang jarang membuka lowongan kerja bukanlah perusahaan yang baik bagi kita untuk menjadi manager dalam waktu cepat.

INSTANT MANAGER = MAKAN MIE INSTANT SELAGI PANAS.
Nah setelah kita sudah mencampur mi instant dengan bumbu dan air panas. Kita harus aduk cepat cepat dan kita makan cepat juga karena mi instant tidak enak dimakan kalau sudah dingin. Artinya, jika ada peluang dalam pekerjaan kita untuk menjadi manager. Jika ada, cepat cepat ambil peluang itu dan tawarkan diri. Kesalahan umum dari para lulusan universitas yang baru bekerja adalah tidak mengambil kesempatan itu dengan alasan belum matang. Jika Anda menunggu sampai diri Anda matang, its too late… Anda harus tawarkan diri. Itu yang penting.

PERUSAHAAN CARI KANDIDAT YANG BUKAN “ CAN DO IT “.
Perusahaan-perusahaan besar, konglomerat dan MNC ketika mencari kandidat manager, mereka tidak menungu lama lama. Mereka mencari kandidat yang mempunyai keinginan manajerial.. Does he has managerial will ? Apakah kandidat itu benar benar “ lapar atau hungry to become manager ? Perusahaan yang baik akan selalu mencari kandidat manager yang punya tekad “ you want to do it” bukan “can do it “.

Kita harus menangkap setiap peluang yang ada untuk menjadi manager. Kecenderungan sekarang benar benar seperti mi instant. Perusahaan perusahaan besar tidak mencari kandidat manager yang sudah matang. Mereka mencari orang orang yang punya karakter dan keinginan kuat menjadi manajer dengan kriteria kriteria teknis yang sudah mereka terapkan. Hanya sedikit peluang bagi mereka yang berpengalaman menjadi manager untuk bergabung di perusahaan itu. Lagi lagi disini, sikap dan cara kita menunjukkan siapa kita, termasuk keinginan kita untuk menjadi manager.

Jadi ibarat mi instant, untuk menjadi instant manager, setelah kita campur mi, bumbu dan air panas , kita cepat aduk aduk kemudian kita makan selagi panas. Mi dan bumbu adalah diri kita dan kemampuan kita. Air Panas adalah perusahaan yang bonafid. Langkah kita mengaduk aduk mi, bumbu dan air panas itu adalah kesigapan kita menangkap peluang atau lowongan menjadi manager.
Yaaaaa setelah baca2 tulisan diatas, saya rasa untuk jadi manager itu BISA! Tapi jangan lupa beberapa hal penting lainnya seperti Doa, niat, tekad, dan skills.

sumber + edit: http://budisetiawan23.multiply.com/journal/item/63?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem 

korupsi dalam perekonomian Indonesia, dan dampaknya.


Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.[1]
Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sebagai berikut:
  • perbuatan melawan hukum;
  • penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana;
  • memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi;
  • merugikan keuangan negara atau perekonomian negara;
Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, di antaranya:
  • memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan);
  • penggelapan dalam jabatan;
  • pemerasan dalam jabatan;
  • ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara);
  • menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).
Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, dimana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.
Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan.
Tergantung dari negaranya atau wilayah hukumnya, ada perbedaan antara yang dianggap korupsi atau tidak. Sebagai contoh, pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempat namun ada juga yang tidak legal di tempat lain.

Kondisi yang mendukung munculnya korupsi

  • Konsentrasi kekuasan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik.
  • Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah
  • Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal.
  • Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar.
  • Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan "teman lama".
  • Lemahnya ketertiban hukum.
  • Lemahnya profesi hukum.
  • Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa.
  • Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil.
mengenai kurangnya gaji atau pendapatan pegawai negeri dibanding dengan kebutuhan hidup yang makin hari makin meningkat pernah di kupas oleh B Soedarsono yang menyatakan antara lain " pada umumnya orang menghubung-hubungkan tumbuh suburnya korupsi sebab yang paling gampang dihubungkan adalah kurangnya gaji pejabat-pejabat....." namun B Soedarsono juga sadar bahwa hal tersebut tidaklah mutlak karena banyaknya faktor yang bekerja dan saling memengaruhi satu sama lain. Kurangnya gaji bukanlah faktor yang paling menentukan, orang-orang yang berkecukupan banyak yang melakukan korupsi. Namun demikian kurangnya gaji dan pendapatan pegawai negeri memang faktor yang paling menonjol dalam arti merata dan meluasnya korupsi di Indonesia, hal ini dikemukakan oleh Guy J Parker dalam tulisannya berjudul "Indonesia 1979: The Record of three decades (Asia Survey Vol. XX No. 2, 1980 : 123). Begitu pula J.W Schoorl mengatakan bahwa " di Indonesia di bagian pertama tahun 1960 situasi begitu merosot sehingga untuk sebagian besar golongan dari pegawai, gaji sebulan hanya sekadar cukup untuk makan selama dua minggu. Dapat dipahami bahwa dalam situasi demikian memaksa para pegawai mencari tambahan dan banyak diantaranya mereka mendapatkan dengan meminta uang ekstra untuk pelayanan yang diberikan". ( Sumber buku "Pemberantasan Korupsi karya Andi Hamzah, 2007)
  • Rakyat yang cuek, tidak tertarik, atau mudah dibohongi yang gagal memberikan perhatian yang cukup ke pemilihan umum.
  • Ketidakadaannya kontrol yang cukup untuk mencegah penyuapan atau "sumbangan kampanye".

Dampak negatif

Demokrasi

Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. Di dalam dunia politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Korupsi di pemilihan umum dan di badan legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan; korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum; dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat. Secara umum, korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur, penyedotan sumber daya, dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi.

Ekonomi

Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi. Dalam sektor private, korupsi meningkatkan ongkos niaga karena kerugian dari pembayaran ilegal, ongkos manajemen dalam negosiasi dengan pejabat korup, dan risiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan. Walaupun ada yang menyatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah birokrasi, konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan menyebabkan pejabat untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru. Dimana korupsi menyebabkan inflasi ongkos niaga, korupsi juga mengacaukan "lapangan perniagaan". Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai hasilnya mempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien.
Korupsi menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedia lebih banyak. Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi, yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan. Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan, lingkungan hidup, atau aturan-aturan lain. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur; dan menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah.
Para pakar ekonomi memberikan pendapat bahwa salah satu faktor keterbelakangan pembangunan ekonomi di Afrika dan Asia, terutama di Afrika, adalah korupsi yang berbentuk penagihan sewa yang menyebabkan perpindahan penanaman modal (capital investment) ke luar negeri, bukannya diinvestasikan ke dalam negeri (maka adanya ejekan yang sering benar bahwa ada diktator Afrika yang memiliki rekening bank di Swiss). Berbeda sekali dengan diktator Asia, seperti Soeharto yang sering mengambil satu potongan dari semuanya (meminta sogok), namun lebih memberikan kondisi untuk pembangunan, melalui investasi infrastruktur, ketertiban hukum, dan lain-lain. Pakar dari Universitas Massachussetts memperkirakan dari tahun 1970 sampai 1996, pelarian modal dari 30 negara sub-Sahara berjumlah US $187 triliun, melebihi dari jumlah utang luar negeri mereka sendiri. [1] (Hasilnya, dalam artian pembangunan (atau kurangnya pembangunan) telah dibuatkan modelnya dalam satu teori oleh ekonomis Mancur Olson). Dalam kasus Afrika, salah satu faktornya adalah ketidak-stabilan politik, dan juga kenyataan bahwa pemerintahan baru sering menyegel aset-aset pemerintah lama yang sering didapat dari korupsi. Ini memberi dorongan bagi para pejabat untuk menumpuk kekayaan mereka di luar negeri, di luar jangkauan dari ekspropriasi di masa depan.

Kesejahteraan umum negara

Korupsi politis ada di banyak negara, dan memberikan ancaman besar bagi warga negaranya. Korupsi politis berarti kebijaksanaan pemerintah sering menguntungkan pemberi sogok, bukannya rakyat luas. Satu contoh lagi adalah bagaimana politikus membuat peraturan yang melindungi perusahaan besar, namun merugikan perusahaan-perusahaan kecil (SME). Politikus-politikus "pro-bisnis" ini hanya mengembalikan pertolongan kepada perusahaan besar yang memberikan sumbangan besar kepada kampanye pemilu mereka.

Bentuk-bentuk penyalahgunaan

Korupsi mencakup penyalahgunaan oleh pejabat pemerintah seperti penggelapan dan nepotisme, juga penyalahgunaan yang menghubungkan sektor swasta dan pemerintahan seperti penyogokan, pemerasan, campuran tangan, dan penipuan.

Penyogokan: penyogok dan penerima sogokan

Korupsi memerlukan dua pihak yang korup: pemberi sogokan (penyogok) dan penerima sogokan. Di beberapa negara, budaya penyogokan mencakup semua aspek hidup sehari-hari, meniadakan kemungkinan untuk berniaga tanpa terlibat penyogokan.
Negara-negara yang paling sering memberikan sogokan pada umumnya tidak sama dengan negara-negara yang paling sering menerima sogokan.

Sumbangan kampanye dan "uang haram"

Di arena politik, sangatlah sulit untuk membuktikan korupsi, namun lebih sulit lagi untuk membuktikan ketidakadaannya. Maka dari itu, sering banyak ada gosip menyangkut politisi.
Politisi terjebak di posisi lemah karena keperluan mereka untuk meminta sumbangan keuangan untuk kampanye mereka. Sering mereka terlihat untuk bertindak hanya demi keuntungan mereka yang telah menyumbangkan uang, yang akhirnya menyebabkan munculnya tuduhan korupsi politis.

Tuduhan korupsi sebagai alat politik

Sering terjadi dimana politisi mencari cara untuk mencoreng lawan mereka dengan tuduhan korupsi. Di Republik Rakyat Cina, fenomena ini digunakan oleh Zhu Rongji, dan yang terakhir, oleh Hu Jintao untuk melemahkan lawan-lawan politik mereka.

Mengukur korupsi

Mengukur korupsi - dalam artian statistik, untuk membandingkan beberapa negara, secara alami adalah tidak sederhana, karena para pelakunya pada umumnya ingin bersembunyi. Transparansi Internasional, LSM terkemuka di bidang anti korupsi, menyediakan tiga tolok ukur, yang diterbitkan setiap tahun: Indeks Persepsi Korupsi (berdasarkan dari pendapat para ahli tentang seberapa korup negara-negara ini); Barometer Korupsi Global (berdasarkan survei pandangan rakyat terhadap persepsi dan pengalaman mereka dengan korupsi); dan Survei Pemberi Sogok, yang melihat seberapa rela perusahaan-perusahaan asing memberikan sogok. Transparansi Internasional juga menerbitkan Laporan Korupsi Global; edisi tahun 2004 berfokus kepada korupsi politis. Bank Dunia mengumpulkan sejumlah data tentang korupsi, termasuk sejumlah Indikator Kepemerintahan.
sumber: wikipedia

Selasa, 11 Oktober 2011

KEKERASAN DALAM SISWA DAN MAHASISWA




Kekerasan atau (bahasa Inggris: Violence ejaan Inggris: [/vaɪ(ə)ləns/] berasal dari (bahasa Latin: violentus yang berasal dari kata atau vīs berarti kekuasaan atau berkuasa) adalah dalam prinsip dasar dalam hukum publik dan privat Romawi[1] yang merupakan sebuah ekspresi baik yang dilakukan secara fisik ataupun secara verbal yang mencerminkan pada tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat seseorang yang dapat dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang[2][3][4] umumnya berkaitan dengan kewenangannya yakni bila diterjemahkan secara bebas dapat diartinya bahwa semua kewenangan tanpa mengindahkan keabsahan penggunaan atau tindakan kesewenang-wenangan itu dapat pula dimasukan dalam rumusan kekerasan ini.[1]
Akar Kekerasan: Kekayaan tanpa bekerja, Kesenangan tanpa hati nurani, Pengetahuan tanpa karakter, Perdagangan tanpa moralitas, Ilmu tanpa kemanusiaan, Ibadah tanpa pengorbanan, Politik tanpa prinsip.
The Roots of Violence: Wealth without work, Pleasure without conscience, Knowledge without character, Commerce without morality, Science without humanity, Worship without sacrifice, Politics without principles.


Kasus kekerasan dalam dunia pelajar dan mahasiswa sekarang ini sudah terlalu banyak, coba saya ambil salah satu contoh yang masih baru-baru ini terjadi.
Kekerasan diSMAN 6 Jakarta yang melibatkan pelajar dan wartawan menunjukkan bahwa kekerasan dalam pendidikan masih massif terjadi di Indonesia. Ini bisa dilihat dari ketika masa awal memasuki sekolah dengan digelarnya Masa Orientasi Siswa yang cenderung melakukan kekerasan ditingkat juniornya sebagai balasan ketika siswa tersebut juga merasakan hal yang sama. siswa selalu menjadi objek garapan kekerasan yang terintegrasi dengan alumni dengan berbagai latar kelompok yang dibuat ketika disekolah. Sebagai masa training untuk menjadi anggota harus melalui berbagai fase secara fisik untuk akhirnya masuk sebagai anggota resmi. Nilai-nilai aturan disekolahpun siswa selalu menjadi korban, misal mekanisme aturan disekolah sanksi kepada siswa itu murni dibuat oleh sekolah sepihak tanpa melibatkan pelajar sebagai subjek yang terlibat dalam aturan tersebut. Dalam kasus ini sudah cukup terlihat apa yg siswa lakukan, dan juga banyak sekali contoh lain kekerasan yang siswa lakukan, seperti tawuran, memalak siswa lain, berkelahi, dan banyak lagi..hampir semua kekerasan itu terjadi dikalangan siswa SMP dan SMA, dan mungkin sekarang sudah mulai masuk ke siswa SD, dimana mereka mulai diajari oleh alumninya untuk tawuran, itu sudah terjadi dibeberapa tempat..sungguh sedih rasanya melihat dunia sekolah yang mulai tercoreng dan melenceng dari jalurnya, mungkin perlu adanya perombakan system yang ada, seperti pernah di usulkan untuk mengunakan baju bebas dan bukan seragam sekolah. Saya rasa itu berpengaruh, tapi kurang efektif, karna dalam dunia mahasiswa saja yang pakai baju bebas masih banyak kekerasan. Seperti tawuran antar kampus yg masih sering terjadi juga.
Dalam sudut pandang sosiologi, perilaku tawuran termasuk konformitas perilaku agresivitas kelompok. Sebab pelaku menganggap tawuran sebagai sesuatu yang normatif dan dianggap sebagai kebenaran kelompok. (Simangunsong, 2004). Pada titik ini, peran strategis sekolah dapat dimainkan yaitu memberikan penyadaran kepada siswa dimana tawuran perilaku menyimpang dan memberikan hukuman bersifat mendidik.
                  www.google.co.id


Minggu, 21 November 2010

pendapat demo mahasiswa dimakassar

menanggapi demo mahasiswa dimakassar.
mahasiswa harusnya bisa bertindak lebih bijaksana dan tidak berbuat secara brutal..karna dengan cara mereka yang bijaksana, mungkin mereka bisa mengajak anggota dewan setempat untuk berbicara langsung dan dapat menyampaikan aspirasinya..jika mereka bisa mengajak bicara anggota dewan, mungkin bisa diadakan perjanjian untuk menanggapi aspirasi mereka dlm wujud yang nyata dan tentunya dengan batasan waktu yang wajar..mengubah keadaan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Aku 2 tahun yang akan datang

Namaku Arby Waskita, saat ini usiaku 19 tahun dan aku sudah semester 5 di universitas gunadarma..Aku 2 tahun yang akan datang insya Allah sudah lulus dari universitas gunadarma dengan jurusan sistem informasi.
setelah lulus dan mempunyai gelar Skom, saya akan langsung melamar pekerjaan di salah satu perusaan BUMN atau seperti kakak saya yang bekerja di kalimantan di salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang tambang..pada intinya semua perusaan yang bergerak dibidang apapun pasti menggunakan komputer dan mungkin saya bisa bekerja dengan system yang ada untuk membantu saya dalam menjaga jaringan tetap stabil atau dibidang yang lainnya atau mungkin juga saya akan bekerja dengan keluarga saya di bidang property,dan mungkin sebagai sambilan kerja insya Allah dalam 2 bulan ini saya akan membuka sebuah warnet.
semua yang saya lakukan adalah dengan tujuan membuat ibu saya bahagia dn merasa bangga akan mempunyai anak seperti saya.
semoga 2 tahun yang akan datang saya bisa sukses dan membahagiakan orang tua saya.Amiin..

makanan pedas ternyata bermanfaat

Makanan pedas tak selalu diartikan sebagai makanan yang diolah dengan cabai. Rasa pedas juga bisa didapatkan dari merica, lada hitam, kunyit, dan berbagai bumbu dapur lain.

Anda yang menyukai makanan pedas boleh merasa senang, karena rasa pedas ini mempunyai banyak manfaat kesehatan. Misalnya, seperti telah sering disebutkan sebelumnya, makanan pedas bisa menguruskan badan. Namun itu hanya salah satu contohnya saja. Coba lihat manfaat lain yang belum Anda ketahui:

1. Menurunkan berat badan. Siapapun pasti setuju, makanan apapun yang diberi sambal pasti akan lebih menggugah selera. Bila Anda mau, makanan diet Anda pun bisa diberi cocolan sambal. Kalau hal ini bisa membuat Anda tertib menyantap makanan sehat dengan lebih berselera, kenapa tidak? Lagipula, rasa pedas itu bisa meningkatkan metabolisme Anda. Studi menunjukkan bahwa senyawa utama dalam cabai, yaitu kapsaisin, memiliki efek termogenik yang bisa menyebabkan tubuh membakar kalori saat mengunyah selama 20 menit.

2. Menyehatkan jantung. Hasil studi juga menunjukkan, budaya mengonsumsi makanan pedas menyebabkan insiden serangan jantung dan stroke yang lebih rendah. Alasannya, cabai merah bisa mengurangi efek merusak dari kolesterol jahat, sedangkan kapsaisin bisa melawan peradangan. Keduanya merupakan faktor risiko untuk masalah jantung.

3. Mencegah kanker. Menurut American Association for Cancer Research, kapsaisin juga memiliki kemampuan membunuh beberapa sel kanker dan leukimia. Sedangkan kunyit, yang dijadikan bumbu kari dan mustar, bisa memperlambat penyebaran kanker dan pertumbuhan tumor.

"Bumbu ini punya efek yang sama pada tubuh seperti yang dilakukan obat-obatan kanker," kata Gregory A. Plotnikoff, MD, konsultan senior untuk inovasi perawatan kesehatan di Allina Hospitals and Clinics di Minnesota.

Bila ingin memberikan hasil maksimal, kombinasikan dengan lada hitam untuk menyerap kunyit 2.000 persen lebih banyak.

4. Menurunkan tekanan darah. Vitamin A dan C mampu menguatkan dinding otot jantung, sementara panas dari lada meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Kombinasi hal ini bisa menghasilkan sistem kardiovaskuler yang lebih kuat.

5. Mengurangi stres. Makanan pedas meningkatkan produksi hormon yang memberikan rasa menyenangkan, seperti serotonin. Hasilnya, makanan ini membantu mengusir depresi dan stres.

Bagaimana bila Anda tidak menyukai makanan pedas?

Anda masih bisa mendapatkan manfaat kesehatan dengan menambahkan bumbu-bumbu yang mengandung seng ke dalam menu makanan Anda. Misalnya, masukkan jahe yang sudah digeprek di dalam teh. Atau, buat udang dengan bumbu jinten dan ketumbar yang ditumis di dalam kuali. Bisa juga menambahkan taburan bubuk cabai ke dalam kari ayam yang Anda buat.

sumber: kompas

basmi jerawat dengan daun jambu


Hai para agan dan aganwati sekalian,,,
Ni ane mau share lagi pengalaman ane tentang membasmi noda bekas jerawat dan komedo..

Dulu muka ane rame gan,,banyak noda bekas jerawatnya,,item2 gan..tapi sekarang udah mulus lagi berkat…

daun jambu batu gan or daun jambu biji ato daun jambu klutuk (jawa) alias daun guava (latin)..

Gimana caranya?
Gini gan,, agan petik tu daun jambu yang masih muda (yang warnanya masih ijo2 muda),,nah terus hancurin tu daun dengan cara diremas atau diparut..

Terus usapin (gosok2) deh ke muka kaya lagi cuci muka pake sabun ato lagi luluran muka,,diemin gan 15 menitan,,bis itu cuci muka deh.. kalo ngrasa gatel2 langsung cuci muka aja deh,,ga usah nunggu 15 menit..
biasanya kalo awal2 emang rada gatel..tapi bakal ilang setelah cuci muka,,

Kalo ane sih gan dilakuin malem2 sebelum tidur, cuci muka dulu pake sabun,bilas,keringin,kalo udah kering baru deh massage pake tu daun jambu (2-3 lembar cukup ko),,tapi jangan tiap hari gan, 3-5 hari sekali aja cukup..

Kenapa?
Kasih waktu kulit kita buat regenerasi dulu gan,,soalnya tu daun jambu bisa ngelupasin sel2 kulit mati,,kalo tiap hari kasian dong kulit kita ga dikasih waktu buat regenerasi..

Efek massage pake daun jambu..
Ane ngrasain kulit ane jadi halus kaya bayi,,komedo di idung juga ikutan ilang,,setelah 2 bulan temen2 ane bilang muka ane jadi sepi,,hehehe

Kalo pengobatan dari dalem?
Ane tiap pagi minum vitamin C (jeruk juga boleh) dan malem seblom tidur minum susu..dan ane hobi makan sayuran gan..

Ini beneran kisah ane gan,,asli..
Monggo dipraktekin aja daripada beli kosmetik yang mahal atau repot2 pake dempul,,heheh